BINGUNG CARI WEBSITE JUDI ONLINE TERPERCAYA ?? SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH INI BOSKU , DIJAMIN AMAN DAN TERPERCAYA
PLAYER4D

PLAYER4D   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN 24 PASARAN & LIVE GAME
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.25,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.25,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI

SELAMAT DATANG DI BUNGA PREDIKSI

DI BLOG INI KAMI MENYEDIAKAN INFORMASI BANDAR JUDI ONLINE TERPERCAYA

BOSKU BISA KLIK BANNER YANG TERSEDIA DI ATAS

DIJAMIN AMAN DAN TERPERCAYA

DAN JIKA ADA MASALAH ATAU KELUHAN

BOSKU BISA MELAPOR KEPADA KAMI

KAMI SIAP MEMBANTU SAMPAI TUNTAS

Jumat, 29 Juni 2018

Istri selingkuh dikarenakan anu suami tak kuat



Sebut saja namanya “Sidar” (nama samaran). Dia adalah seorang wanita bersuku campuran. Bapaknya berasal berasal dari kota Menado dan Ibunya berasal dari kota Makassar. Bapaknya adalah seorang polisi, tengah ibunya adalah entrepreneur kayu. Cerita Dewasa Terbaru hari ini

Singkat cerita, kala hari pertama aku ketemu dengan kawan kuliahku itu, rasanya kami langsung akrab dikarenakan sebenarnya sewaktu kami sama-sama duduk di bangku kuliah, kami terlalu kompak dan sering tidur dengan di tempat tinggal kostku di kota Bone. Bahkan seringkali dia mentraktirku.

“Nis, aku senang sekali berjumpa denganmu dan sebenarnya telah lama kucari-cari, maukah anda mengingap barang sehari atau dua hari di rumahku?” katanya padaku sambil merangkulku dengan erat sekali. Nama kawan kuliahku itu adalah “Nasir”.

“Kita melihat saja nanti. Yang mengetahui aku terlalu bersukur kami mampu ketemu di area ini. Mungkin inilah namanya nasib baik, dikarenakan aku sama sekali tidak menduga kecuali anda tinggal di kota Makassar ini” jawabku sambil membalas rangkulannya. Kami berangkulan lumayan lama di sekitar pasar sentral Makassar, tepatnya di area jualan cakar.

“Ayo kami ke tempat tinggal dulu Nis, nanti kami ngobrol panjang lebar di sana, sekaligus kuperkenalkan istriku” ajaknya sambil menuntunku naik ke mobil Feroza miliknya. Setelah kami tiba di halaman rumahnya, Nasir terutama dahulu turun dan langsung mengakses pintu mobilnya di sebelah kiri lantas mempersilakan aku turun.

Aku terlalu takjub melihat tempat tinggal area tinggalnya yang berlantai dua. Lantai bawah digunakan sebagai gudang dan kantor perusahaannya, selagi lantai atas digunakan sebagai area tinggal dengan istri. Aku cuma turut di belakangnya.

“Inilah hasil usaha kami Nis selama lebih dari satu th. di Makassar” katanya sambil perlihatkan tumpukan beras dan ruangan kantornya.

“Wah lumayan hebat anda Sir. Usahamu lumayan lemayan. Kamu terlalu sukses dibanding aku yang belum mengetahui sumber kehidupanku” kataku padanya.

“Dar, Dar, inilah kawan kuliahku dulu yang dulu kuceritakan tempo hari. Kenalkan istri cantik saya” teriak Nasir memanggil istrinya dan langsung kami dikenalkan.

“Sidar”, kata istrinya menyebut namanya kala kusalami tangannya sambil ia tersenyum ramah dan manis seolah perlihatkan rasa kegembiraan.

“Anis”, kataku pula sambil membalas senyumannya.

Nampaknya Sidar ini adalah seorang istri yang baik hati, ramah dan tetap pelihara kecantikannya. Usianya kutaksir baru sekitar 25 th. dengan tubuh sedikit langsing dan tinggi badan sekitar 145 cm serta berambut agak panjang. Tangannya mulai hangat dan halus sekali.

Setelah selesai menyambutku, Sidar lantas mempersilahkanku duduk dan ia buru-buru masuk ke dalam seolah tersedia urusan penting di dalam. Belum lama kami bincang-bincang seputar perjalanan usaha Nasir dan pertemuannya dengan Sidar di Kota Makassar ini, dua cangkir kopi susu beserta kue-kue bagus di sajikan oleh Sidar di atas meja yang tersedia di depan kami.

“Silahkan Kak, dinikmati hidangan ala kadarnya” ajakan Sidar menyentuh langsung ke lubuk hatiku. Selain dikarenakan senyuman manisnya, kelembutan suaranya, juga dikarenakan penampilan, kecantikan dan sengatan bau parfumnya yang harum itu. Dalam hati kecilku mengatakan, alangkah senang dan bahagianya Nasir mampu memperoleh istri seperti Sidar ini. Seandainya aku juga membawa istri seperti dia, tentu aku tidak mampu ke mana-mana

“Eh, kok jadi melamun. Ada masalah apa Nis sampai termenung begitu? Apa yang mengganggu pikiranmu?” kata Nasir sambil memegang pundakku, sehingga aku terlalu kaget dan tersentak.

“Ti.. Tidak tersedia masalah apa-apa kok. Hanya aku merenungkan sejenak mengenai pertemuan kami hari ini. Kenapa mampu terjadi yah,” alasanku.

Sidar cuma terdiam mendengar kami bincang-bincang dengan suaminya, tetapi sesekali ia memandangiku dan menampakkan wajah cerianya.

“Sekarang giliranmu Nis cerita mengenai perjalanan hidupmu dengan istri sehabis sejak tadi cuma aku yang bicara. Silahkan saja cerita panjang lebar mumpun hari ini aku tidak tersedia kesibukan di luar. Lagi pula anggaplah hari ini adalah hari kelebihan kami yang perlu dirayakan bersama. Bukankah begitu Dar..?” kata Nasir seolah cari dukungan berasal dari istrinya dan waktunya siap digunakan tertentu untukku.

“Ok, kecuali gitu aku akan utarakan sedikit mengenai kehidupan tempat tinggal tanggaku, yang terlalu bertolak belakang dengan kehidupan tempat tinggal tangga kalian” ucapanku sambil memperbaiki dudukku di atas kursi empuk itu.

“Maaf kecuali terpaksa kuungkapkan secara terus terang. Sebenarnya kedatanganku di kota Makassar ini justru dikarenakan dipicu oleh problem tempat tinggal tanggaku. Aku tetap cekcok dan bertengkar dengan istriku dikarenakan aku kesulitan memperoleh lapangan kerja yang layak dan mempu menghidupi keluargaku.

Baca Juga >> Kepuasan istemewa bagi cewek seksi

Akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan tempat tinggal fungsi mencari pekerjaan di kota ini. Eh.. Belum aku temukan pekerjaan, tiba-tiba kami ketemu tadi sehabis dua hari aku ke sana ke mari. Mungkin pertemuan kami ini tersedia hikmahnya. Semoga saja pertemuan kami ini merupakan jalur nampak untuk menangani kesulitan rumahtanggaku” Kisahku secara jujur terhadap Nasir dan istrinya.

Mendengar kisah sedihku itu, Nasir dan istrinya tak mampu berkomentar dan nampak turut sedih, bahkan kami seluruh terdiam sejenak. Lalu secara serentak mulut Nasir dan istrinya terbuka dan seolah idamkan mengatakan sesuatu, tetapi tiba-tiba mereka saling menatap dan menutup kembali mulutnya seolah mereka saling mengharap untuk memulai, tetapi jadi mereka ketawa terbahak, yang membuatku heran dan memaksa juga ketawa. Cerita Seks Terbaru Hari ini

“Begini Nis, mungkin pertemuan kami ini benar tersedia hikmahnya, dikarenakan kebetulan sekali kami butuh kawan seperti anda di tempat tinggal ini. Kami khan belum dikaruniai seorang anak, sehingga kami tetap kesepian. Apalagi kecuali aku ke luar kota bila ke Bone, maka istriku terpaksa sendirian di tempat tinggal meskipun sekali-kali ia memanggil kemanakannya untuk menemani selama aku tidak ada, tetapi aku tetap menghawatirkannya.

Untuk itu, kecuali tidak memberatkan, aku idamkan anda tinggal bersamaku. Anggaplah anda telah dapatkan lapangan kerja baru sebagai sumber mata pencaharianmu. Segala kepentingan sehari-harimu, aku cobalah menanggung cocok kemampuanku” kata Nasir bersungguh-sungguh yang sesekali diiyakan oleh istrinya.

“Maaf kawan, aku tidak berkenan menyulitkan dan membebanimu. Biarlah aku cari kerja di area lain saja dan..” Belum aku selesai bicara, tiba-tiba Nasir memotong dan berkata..

“Kalau anda tolak tawaranku ini bermakna anda tidak menganggapku kembali sebagai sahabat. Kami ikhlas dan berniat baik padamu Nis” katanya.

“Tetapi,” Belum kuutarakan maksudku, tiba-tiba Sidar juga turut bicara..

“Benar Kak, kami terlalu perlu kawan di tempat tinggal ini. Sudah lama perihal ini kami hiraukan tetapi mungkin baru kali ini dipertemukan dengan orang yang pas dan cocok hati nurani. Apalagi Kak Anis ini sebenarnya kawan dekat lama Kak Nasir, sehingga kami tidak perlu ragukan lagi. Bahkan kami terlalu senang kecuali Kak sekalian menjemput istrinya untuk tinggal dengan kami di tempat tinggal ini” ucapan Sidar memberi dorongan kuat padaku.

“Kalau begitu, apa boleh buat. Terpaksa kuterima dengan senang hati, sekaligus kuucapkan terima kasih yang tak terhingga atas budi baiknya. Tapi sayangnya, aku tak miliki keterampilan apa-apa untuk menopang kalian” kataku dengan pasrah.

Tiba-tiba Nasir dan Sidar seiring berdiri dan langsung saling berpelukan, bahkan saling mengecup bibir sebagai isyarat kegembiraannya. Lalu Nasir melanjutkan rangkulannya padaku dan juga mengecup pipiku, sehingga aku sedikit malu dibuatnya.

“Terima kasih Nis atas kesediaanmu terima tawaranku semoga anda berbahagia dan tidak kesulitan apapun di tempat tinggal ini. Kami tak perlu keterampilanmu, melainkan kehadiranmu menemani kami di tempat tinggal ini.

Kami cuma butuh kawan bermain dan pindah pikiran, dikarenakan tenaga kerjaku telah lumayan untuk menopang mengelola usahaku di luar. Kami setiap waktu perlu nasehatmu dan istriku tentu mulai terhibur dengan kehadiranmu menemani kecuali aku nampak rumah” katanya dengan terlalu bergembira dan senang mendengar persetujuanku.

Kurang lebih satu bulan lamanya kami seolah cuma diperlakukan sebagai raja di tempat tinggal itu. Makanku diurus oleh Sidar, area tidurku kadang waktu juga dibersihkan olehnya, bahkan ia meminta untuk mencuci pakaianku yang kotor tetapi aku keberatan.

Selama selagi itu pula, aku telah dilengkapi dengan pakaian, bahkan kamar tidurku dibelikan TV 20 inch lengkap dengan VCD-nya. Aku terlalu malu dan mulai berutang budi terhadap mereka, dikarenakan selain pakaian, akupun diberi duit tunai yang jumlahnya lumayan besar bagiku, bahkan belakangan kuketahui kecuali ia juga seringkali kirim baju dan duit ke istri dan anak-anakku di Bone melalui mobil.

Kami bertiga telah lumayan akrab dan hidup dalam satu tempat tinggal seperti saudara kandung bersenda gurau, bercengkerama dan bergaul tanpa batas seolah tidak tersedia perbedaan status seperti majikan dan karyawannya. Kebebasan pergaulanku dengan Sidar memuncak kala Nasir berangkat ke Sulawesi Tenggara selama lebih dari satu hari untuk membawa beras untuk di jual di sana dikarenakan tersedia keinginan berasal dari langgarannya.

Pada malam pertama keberangkatan Nasir, Sidar nampak gembira sekali seolah tidak tersedia kecemasan apa-apa. Bahkan sempat mengatakan kepada suaminya itu kecuali ia tidak was-was kembali ditinggalkan meskipun berbulan-bulan lamanya dikarenakan telah tersedia yang menjaganya, tetapi ucapannya itu dianggapnya sebagai bentuk humor terhadap suaminya. Nasir pun nampak tidak tersedia kecemasan meninggalkan istrinya dengan alasan yang sama.

Malam itu kami (aku dan Sidar) saksikan dengan di area tamu sampai larut malam, dikarenakan kami sambil pindah pengalaman, juga soal sebelum akan nikah dan latar belakang perkawinan kami masing-masing. Sikap dan tingkah laku Sidar sedikit tidak sama dengan malam-malam sebelumnya.

Malam itu, Sidar mengakibatkan kopi susu dan menyodorkanku dengan pisang susu, lantas kami menikmati bersama-sama sambil nonton. Ia makan sambil berbaring di sampingku seolah diakui biasa saja. Sesekali ia membalikkan tubuhnya kepadaku sambil bercerita, tetapi aku pura-pura bersikap biasa, meskipun tersedia ganjalan aneh di benakku.

“Nis, anda tidak keberatan khan menemaniku nonton malam ini? Besok khan tidak tersedia yang mengganggu kami sehingga kami mampu tidur siang sepuasnya?” tanya Sidar tiba-tiba seolah ia tak mengantuk sedikitpun.
“Tidak kok Dar. Aku justru senang dan senang mampu nonton dengan majikanku” kataku sedikit menyanjungnya. Sidar lantas mencubitku dan..
“Wii de.. De, kok aku dibilangin majikan. Sebel aku mendengarnya. Ah, jangan kembali kata itu kembali deh, aku tak berkenan dipanggil majikan” katanya.

“Hi.. Hi.. Hi, tidak keliru khan. Maaf kecuali tidak senang, aku cuma main-main. Lalu aku perlu panggil apa? Adik, Non, Nyonya atau apa?”
“Terserah dech, yang penting bukan majikan. Tapi aku lebih seneng kecuali anda memanggil aku adik” katanya santai.
“Oke kecuali begitu maunya. Aku akan panggil adik saja” kataku lagi.

Malam makin larut. Tak satupun terdengar suara kecuali suara kami berdua dengan suara TV. Sidar tiba-tiba bangkit berasal dari pembaringannya.

“Nis, apa anda sering nonton kaset VCD dengan istrimu?” tanya Sidar dengan sedikit rendah suaranya seolah tak berkenan didengar orang lain.
“Eng.. Pernah, tetapi sama-sama dengan orang lain juga dikarenakan kami nonton di rumahnya” jawabku menyembunyikan sikap keherananku atas pertanyaannya yang tiba-tiba dan sedikit aneh itu.
“Kamu ingat judulnya? Atau jalur ceritanya?” tanyanya lagi.
“Aku lupa judulnya, tetapi pemainnya adalah Rhoma Irama dan ceritanya adalah masalah percintaan” jawabku dengan pura-pura bersikap biasa.

“Masih berkenan ngga anda temani aku nonton film berasal dari VCD? Kebetulan aku miliki kaset VCD yang banyak. Judulnya macam-macam. Terserah yang mana Anis suka” tawarannya, tetapi aku sempat berfikir kecuali Sidar akan memutar film yang aneh-aneh, film orang dewasa dan kebanyakan tertentu ditonton oleh suami istri untuk membangkitkan gairahnya.

Setelah kupikir segala resiko, kepercayaan dan dosa, aku lantas buat alasan.

“Sebenarnya aku senang sekali, tetapi aku takut.. Eh.. Maaf aku terlalu ngantuk. Jika tidak keberatan, lain kali saja, tentu kutemani” kataku sedikit bimbang dan was-was alasanku salah. Tapi pada akhirnya ia terima meskipun nampaknya sedikit kecewa di wajahnya dan tidak cukup semangat.

“Baiklah kecuali sebenarnya anda telah ngantuk. Aku tidak berkenan sama sekali memaksamu, kembali pula aku telah lumayan senang dan senang anda bersedia menemaniku nonton sampai selarut ini. Ayo kami masuk tidur” katanya sambil mematikan TV-nya, tetapi sebelum akan aku menutup pintu kamarku, aku melihat sejenak ia sempat memperhatikanku, tetapi aku pura-pura tidak menghiraukannya.

Di atas area tidurku, aku gelisah dan bingung mengambil alih keputusan mengenai alasanku kecuali besok atau lusa ia kembali mengajakku nonton film tersebut. Antara mau, malu dan rasa was-was tetap menghantuiku. Mungkin dia juga mengalami perihal yang sama, dikarenakan berasal dari dalam kamarku tetap terdengar tersedia pintu kamar terbuka dan tertutup serta air di kamar mandi tetap kedengaran tertumpah.

Setelah kami makan malam dengan keesokan harinya, kami kembali nonton TV sama-sama di area tamu, tetapi penampilan Sidar kali ini agak lain berasal dari biasanya. Ia memakai pakaian serba tipis dan tercium bau parfumnya yang harum menyengat hidup selama area tamu itu.

Jantungku sempat berdebar dan hatiku gelisah mencari alasan untuk menampik ajakannya itu, meskipun gejolak hati kecilku untuk mengikuti kemauannya lebih besar berasal dari penolakanku. Belum aku sempat menemukan alasan tepat, maka

“Nis, masih ingat janjimu tadi malam? Atau anda telah ngantuk lagi?” pertanyaan Sidar tiba-tiba mengagetkanku.

“O, oohh yah, aku ingat. Nonton VCD khan? Tapi jangan yang seram-seram donk filmnya, aku tak suka. Nanti aku mimpi buruk dan membuatku sakit, khan repot jadinya” jawabku mengingatkan untuk tidak memutar film aneh2.

“Kita lihat aja permainannya. Kamu tentu senang menyaksikannya, dikarenakan aku yakin anda belum dulu menontonnya, kembali pula ini film baru” kata Sidar sambil capai kotak yang memuat setumpuk kaset VCD lantas menarik sekeping kaset yang paling di atas seolah ia telah mempersiapkannya, lantas memasukkan ke CD, lantas mundur dua langkah dan duduk di sampingku menunggu apa gerangan yang akan nampak di layar TV tersebut.

Dag, dig, dug, getaran jantungku terlalu keras menunggu gambar yang akan tampil di layar TV. Mula-mula aku yakin kecuali filmnya adalah film yang mampu dipertontonkan secara umum dikarenakan gambar pertama yang nampak adalah dua orang gadis yang tengah berlomba naik speed board atau sampan dan saling membalap di atas air sungat.

Namun dua menit kemudian, nampak pula dua orang pria memburunya dengan naik kendaraan yang sama, pada akhirnya keempatnya berjumpa di pinggir sungai dan bergandengan tangan lantas masuk ke keliru satu villa untuk bersantai bersama.

Tak lama sesudah itu mereka berpasang-pasangan dan saling mengakses pakaiannya, lantas saling merangkul, mencium dan sesudah itu sebagaimana seperti suami istri. Niat penolakanku tadi tiba-tiba terlupakan dan terganti dengan tekad kemauanku.

Kami tidak mampu mengeluarkan kata-kata, terutama kala kami melihat dua gunakan muda mudi bertelanjang bulat dan saling menjilati kemaluannya, bahkan saling mengadu alat yang paling vitalnya. Kami cuma mampu saling melihat dan tersenyum.

“Gimana Nis,? Asyik khan? Atau pindah yang lain saja yang lucu-lucu?” pancing Sidar, tetapi aku tak menjawabnya, jadi aku melenguh panjang.
“Apa anda sering dan senang nonton film beginian dengan suamimu?” giliran aku bertanya, tetapi Sidar cuma menatapku tajam lantas mengangguk.

“Hmmhh” kudengar suara nafas panjang Sidar nampak berasal dari mulutnya.
“Apa anda dulu praktekkan seperti di film itu Nis?” tanya Sidar kala keliru seorang wanitanya tengah menungging lantas laki-lakinya menusukkan kontolnya berasal dari belakang lantas mengocoknya dengan kuat.

“Tidak, belum pernah” jawabku singkat sambil kembali bernafas panjang.
“Maukah anda mencobanya nanti?” tanya Sidar dengan suara rendah.
“Dengan siapa, kami khan pisah dengan istri untuk sementara” kataku.
“Jika anda berjumpa istrimu nanti atau wanita lain misalnya” kata Sidar.
“Yachh.. Kita lihat saja nanti. Boleh juga kami cobalah nanti hahaha” kataku.
“Nis, apa malam ini anda tidak idamkan mencobanya?” Tanya Sidar sambil sedikit merapatkan tubuhnya padaku. Saking rapatnya sehingga tubuhnya mulai hangatnya dan bau harumnya.
“Dengan siapa? Apa dengan wanita di TV itu?” tanyaku memancing.

“Gimana kecuali dengan aku? Mumpung cuma kami berdua dan nggak akan tersedia orang lain yang tahu. Mau khan?” Tanya Sidar lebih mengetahui kembali mengarah sambil menyentuh tanganku, bahkan menyandarkan badannya ke badanku.

Sungguh aku kaget dan jantungku seolah copot mendengar rincian pertanyaannya itu, bahkan ia menyentuhku. Aku tidak mampu kembali berpikir apa-apa, melainkan terima apa terdapatnya malam itu.

Aku tidak akan mungkin mampu menampik dan mengecewakannya, bahkan aku terlalu menginginkannya, dikarenakan telah lebih dari satu bulan aku tidak melakukan sex dengan istriku. Aku mencoba merapatkan badanku pula, lantas mengelus tangannya dan merangkul punggungnya, sehingga mulai hangat sekali.

“Apa anda serius? Apa ini mimpi atau kenyataan?” Tanyaku terlalu gembira.
“Akan kubuktikan keseriusanku sekarang. Rasakan ini sayang” tiba-tiba Sidar melompat lantas mengangkangi ke dua pahaku dan duduk di atasnya sambil memelukku, serta mencium pipi dan bibirku bertubi-tubi.

Tentu aku tidak mampu menyia-nyiakan peluang ini. Aku langsung menyambutnya dan membalasnya dengan sikap dan tindakan yang sama. Nampaknya Sidar telah idamkan langsung perlihatkan dengan melepaskan sarung yang dipakainya, tetapi aku belum berkenan mengakses celana panjang yang kepakai malam itu.

Pergumulan kami dalam posisi duduk lumayan lama, meskipun beberapa kali Sidar memintaku untuk langsung melepaskan celanaku, bahkan ia sendiri lebih dari satu kali mengusahakan mengakses kancingnya, tetapi tetap saja kuminta sehingga ia bersabar dan pelan-pelan dikarenakan waktunya terlalu panjang.

“Ayo Kak Nis, cepat sayang. Aku telah tak tahan idamkan membuktikannya” rayu Sidar sambil melepaskan rangkulannya lantas ia tidur telentang di atas karpet abu-abu sambil menarik tanganku untuk menindihnya. Aku tidak tega melepaskan ia penasaran terus, sehingga aku langsung menindihnya.
“Buka celana sayang. Cepat.. Aku telah capek nih, ayo dong,” pintanya.

Akupun langsung menuruti permintaannya dan melepaskan celana panjangku. Setelah itu, Sidar menjepitkan ujung jari kakinya ke bagian atas celana dalamku dan mengusahakan mendorongnya ke bawah, tetapi ia tak sukses dikarenakan aku sengaja mengangkat punggungku tinggi-tinggi untuk menghindarinya.

Ketika aku mencoba menyingkap baju daster yang dipakaianya ke atas lantas ia sendiri melepaskannya, aku kaget dikarenakan tak kusangka kecuali ia sama sekali tidak mengfungsikan celana. Dalam hatiku bahwa mungkin ia sebenarnya sengaja siap-siap akan bersetubuh denganku malam itu.

Di bawah sinar lampu 10 W yang dibarengi dengan sinar TV yang makin seru bermain bugil, aku terlalu mengetahui melihat sebuah lubang yang dikelilingi daging montok nan putih mulus yang tidak ditumbuhi bulu selembar pun.

Tampak menonjol sebuah benda mungil seperti biji kacang di tengah-tengahnya. Rasanya lumayan menantang dan mempertinggi birahiku, tetapi aku tetap mengusahakan mengendalikannya sehingga aku mampu lebih lama bermain-main dengannya. Ia saat ini telah bugil 100%, sehingga nampak bentuk tubuhnya yang langsing, putih mulus dan indah sekali dipandang.

“Ayo donk, menunggu apa kembali sayang. Jangan biarkan aku tersiksa seperti ini” pinta Sidar tak dulu berhenti untuk langsung menikmati puncaknya.
“Tenang sayang. Aku tentu akan memuaskanmu malam ini, tetapi aku masih berkenan bermain-main lebih lama biar kami lebih banyak menikmatinya”kataku

Secara perlahan tetapi pasti, ujung lidahku mulai menyentuh pinggir lubang kenikmatannya sehingga mengakibatkan pinggulnya bergerak-gerak dan berdesis.

“Nikmat khan kecuali begini?” tanyaku berbisik sambil menggerak-gerakkan lidahku ke kiri dan ke kanan lantas menekannya lebih dalam kembali sehingga Sidar setengah berteriak dan mengangkat tinggi-tinggi pantatnya seolah ia menyambut dan idamkan memperdalam masuknya ujung lidahku.

Ia cuma mengangguk dan memperdengarkan suara desis berasal dari mulutnya.

“Auhh.. Aakkhh.. Iihh.. Uhh.. Oohh.. Sstt” suara itu tak mampu dikurangi kala aku gocok-gocokkan secara lebih dalam dan keras serta cepat nampak masuk ke lubang kemaluannya.
“Teruuss sayang, nikkmat ssekalii.. Aakhh.. Uuhh. Aku belum dulu merasakan seperti ini sebelumnya” katanya dengan suara yang agak keras sambil menarik-narik kepalaku sehingga lebih rapat lagi.
“Bagaimana? Sudah siap menyambut lidahku yang panjang kembali keras?” tanyaku sambil melepaskan seluruh pakaianku yang masih tersisa dan kamipun sama-sama bugil.

Persentuhan tubuhku tak sehelai benangpun yang melapisinya. Terasa hangatnya udara yang nampak berasal dari tubuh kami.

“Iiyah,. Dari tadi aku menunggu. Ayo,. Cepat” kata Sidar tergesa-gesa sambil mengakses lebar-lebar ke dua pahanya, bahkan mengakses lebar-lebar lubang vaginanya dengan menarik kiri kanan ke dua bibirnya untuk memudahkan jalannya kemaluanku masuk lebih dalam lagi.

Aku pun tidak berkenan menunda-nunda kembali dikarenakan sebenarnya aku telah senang bermain lidah di mulut atas dan mulut bawahnya, bahkan keduanya terlalu basah. Aku lantas mengangkat ke dua kakinya sampai bersandar ke bahuku lantas mengusahakan menusukkan ujung kemaluanku ke lubang vagina yang sejak tadi menunggu itu. Ternyata tidak mampu kutembus sekaligus cocok keinginanku. Ujung kulit penisku tertahan, padahal Sidar telah bukan perawan lagi.

“Ssaakiit ssediikit.., ppeelan-pelan sedikit” kata Sidar kala ujung penisku sedikit kutekan agak keras. Aku gerakkan ke kiri dan ke kanan tetapi juga belum sukses amblas.

Aku menurunkan ke dua kakinya lantas capai sebuah bantal kursi yang di belakanku lantas kuganjalkan di bawah pinggulnya dan mengakses lebar ke dua pahanya lantas kudorong penisku agak keras sehingga telah mulai masuk setengahnya.

Sidarpun merintih keras tetapi tidak bicara apa-apa, sehingga aku tak peduli, jadi makin kutekan dan kudorong masuk sampai amblas seluruhnya. Setelah seluruh batang penisku terbenam semua, aku sejenak berhenti bergerak dikarenakan capek dan melemaskan tubuhku di atas tubuh Sidar yang juga diam sambil bernafas panjang seolah baru kali ini menikmati betul persetubuhan.

Baca Juga >> Tante Depan Rumah Sange Akibat Suami Impoten

Sidar kembali menggerak-gerakkan pinggulnya dan akupun menyambutnya. Bahkan aku tarik maju mundur sedikit demi sedikit sampai jalannya agak cepat lantas cepat sekali. Pinggul kami bergerak, bergoyang dan berputar serasi sehingga mengakibatkan bunyi-bunyian yangberirama pula.

“Tahan sebentar” kataku sambil mengangkat kepala Sidar tanpa mencabut penisku berasal dari lubang vagina Sidar sehingga kami dalam posisi duduk.

Kami saling merangkul dan menggerakkan pinggul, tetapi tidak lama dikarenakan mulai sulit. Lalu aku berbaring dan telentang sambil menarik kepada Sidar mengikutiku, sehingga Sidar berada di atasku. Kusarankan sehingga ia menggoyang, mengocok dan memompa dengan keras kembali cepat.

Ia pun lumayan mengetahui keinginanku sehingga ke dua tangannya bertumpu di atas dadaku lantas menghentakkan agak keras bolak balik pantatnya ke penisku, sehingga nampak kepalanya lemas dan seolah berkenan jatuh dikarenakan baru kali itu ia melakukannya dengan posisi seperti itu. Karena itu, kumaklumi kecuali ia cepat capek dan langsung menjatuhkan tubuhnya menempel ke atas tubuhku, meskipun pinggulnya masih tetap bergerak naik turun.

“Kamu mungkin terlalu capek. Gimana kecuali pindah posisi?” kataku sambil mengangkat tubuh Sidar dan melapas rangkulannya.
“Posisi bagaimana lagi? Aku telah lebih dari satu kali mulai nikmat sekali” tanyanya heran seolah tidak mengetahui apa yang akan kulakukan, tetapi tetap ia mengikuti permintaanku dikarenakan ia pun mulai terlalu nikmat dan belum dulu mengalami permainan seperti itu sebelumnya.
“Terima saja permainanku. Aku akan perlihatkan lebih dari satu pengalamanku”
“Yah.. Yah.. Cepat melakukan apa saja” katanya singkat.

Aku berdiri lantas mengangkat tubuhnya berasal dari belakang dan kutuntunnya sampai ia dalam posisi nungging. Setelah kubuka sedikit ke dua pahanya berasal dari belakan, aku lantas menusukkan kembali ujung penisku ke lubangnya lantas mengocok dengan keras dan cepat sehingga mengakibatkan bunyi dengan irama yang indah seiring dengan gerakanku.

Sidar pun terengah-engah dan napasnya terputus-putus terima kenikmatan itu. Posisi kami ini tak lama dikarenakan Sidar tak mampu mencegah rasa capeknya berlutut sambil kupompa berasal dari belakan. Karenanya, aku kembalikan ke posisi pada mulanya yaitu tidur telentang dengan paha terbuka lebar lantas kutindih dan kukocok berasal dari depan, lantas kuangkat ke dua kakinya bersandar ke bahuku.

Posisi inilah yang mengakibatkan permainan kami memuncak dikarenakan tak lama sehabis itu, Sidar berteriak-teriak sambil merangkul keras pinggangku dan mencakar-cakar punggungku. Bahkan sesekali menarik keras wajahku menempel ke wajahnya dan menggigitnya dengan gigitan kecil. Bersamaan dengan itu pula, aku merasakan tersedia cairan hangat mulai menjalar di batang penisku, terutama kala mulai sekujur tubuh Sidar gemetar.

Aku tetap mengusahakan untuk menjauhi pertemuan pada spermaku dengan sel telur Sidar, tetapi terlambat, dikarenakan baru aku mencoba mengangkat punggungku dan berniat menumpahkan di luar rahimnya, tetapi Sidar jadi mengikatkan tangannya lebih erat seolah melarangku menumpahkan di luar yang pada akhirnya cairan kental dan hangat itu terpaksa tumpah seluruhnya di dalam rahim Sidar.

Sidar nampaknya tidak menyesal, jadi sedikit ceria menerimanya, tetapi aku diliputi rasa was-was kalau-kalau menjadi janin nantinya, yang akan membuatku malu dan jalinan persahabatanku berantakan.

Setelah kami sama-sama capai puncak, senang dan menikmati persetubuhan yang sesungguhnya, kami lantas tergeletak di atas karpet tanpa bantal. Layar TV telah berwarna biru dikarenakan pergumulan filmnya sejak tadi selesai.

Aku melihat jam dinding perlihatkan pukul 12.00 malam tanpa mulai kami bermain tidak cukup lebih 3 jam. Kami sama-sama terdiam dan tak mampu berkata-kata apapun sampai tertidur lelap. Setelah terbangun jam 7.00 pagi di area itu, rasanya masih mulai capek bercampur segar.

“Nis, anda terlalu hebat. Aku belum dulu memperoleh kenikmatan berasal dari suamiku selama ini seperti yang anda memberikan tadi malam” kata Sidar kala ia juga terbangun pagi itu sambil merangkulku.
“Benar nih, jangan-jangan cuma gombal untuk menyenangkanku” tanyaku.

“Sumpah.. Terus terang suamiku lebih banyak mengayalkan kesenangannya dan posisi mainnya cuma satu saja. Ia di atas dan aku di bawah. Kadang ia loyo sebelum akan kami apa-apa. Kontolnya pendek sekali sehingga tidak mampu memberikan kenikmatan padaku seperti yang kami berikan.

Andai saja anda suamiku, tentu aku senang sekali dan tetap berkenan bersetubuh, kecuali perlu tiap-tiap hari dan tiap-tiap malam” paparnya seolah menyesali hubungannya dengan suaminya dan membandingkan denganku.

“Tidak boleh sayang. Itu namanya telah jodoh yang tidak mampu kami tolak. Kitapun berjodoh bersetubuh dengan langkah selingkuh. Sudahlah. Yang penting kami telah menikmatinya dan akan terus menikmatinya” kataku sambil menenangkannya sekaligus mencium keningnya.

“Maukah anda terus menerus memberiku kenikmatan seperti tadi malam itu kala suamiku tak tersedia di rumah” tanyanya menuntut janjiku.
“Iyah, tentu selama safe dan aku tinggal bersamamu. Masih banyak permainanku yang belum kutunjukkan” kataku berjanji akan mengulanginya

“Gimana kecuali istri dan anak-anakmu nanti datang?” tanyanya khawatir.
“Gampang diatur. Aku kan pembantumu, sehingga aku mampu tetap dekat denganmu tanpa kesangsian istriku. Apalagi istriku tentu tak tahan tinggal di kota dikarenakan ia telah jadi biasa di kampung dengan keluarganya tetapi yang kutakutkan kecuali anda hamil tanpa diakui suamimu” kataku.

“Aku tak akan hamil, dikarenakan aku akan memakan pil KB sebelum akan bermain seperti yang kulakukan tadi malam, dikarenakan sebenarnya telah kurencanakan” kara Sidar terus terang.

Setelah kami bincang-bincang sambil tiduran di atas karpet, kami lantas ke kamar mandi tiap-tiap membersihkan diri lantas kami ke halaman tempat tinggal membersihkan sehabis sarapan pagi bersama.

Sejak selagi itu, kami nyaris tiap-tiap malam melakukannya, terutama kala suami Sidar tak tersedia di rumah, baik siang hari bahkan malam hari, bahkan lebih dari satu kali kulakukan di kamarku kala suami Sidar masih tertidur di kamarnya, dikarenakan Sidar sendiri yang berkunjung ke kamarku kala tengah “haus”.

Entah sampai kapan perihal ini akan berlangsung, tetapi yang mengetahui sampai selagi ini kami masih tetap idamkan melakukannya dan belum tersedia gejala kesangsian berasal dari suaminya dan berasal dari istriku.

NAMA
AGEN
MIN
BETTING
MIN
DEPOSIT
MIN WITHDRAW
LINK
DAFTAR
Player4d
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.25,000,-
Pangeran TT
Rp.1.000,-
Rp.50.000,-
Rp.50.000,-
Chanell 4D
Rp.500,-
Rp.20,000,-
Rp.50,000,-
Live303
-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
Warung303
-
Rp.25,000,-
Rp.25,000,-
Hawai Poker
-
Rp.20,000,-
Rp.20,000,-
Trio4D
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
Facebooktoto
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

PLAYER4D

PLAYER4D   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN 24 PASARAN & LIVE GAME
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.25,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.25,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
PANGERAN TOTO 3

PANGERAN TOTO3   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN  LOKAL
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.50,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 58% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 65% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
CHANELL 4D

CHANELL4D ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN 6 PASARAN  LOKAL
-WELCOME BONUS IDR.10,000
-DEPOSIT HARIAN 2%
-HADIAH PRIZE 2 DAN 3

-MINIMAL BETTING IDR.500,-
-MINIMAL DEPOSIT IDR.20,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

-DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
-DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
-DISKON 4D 65% HADIAHX 3.000.000



DAFTAR KLIK DISINI
TRIO4D

TRIO4D ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN RESMI DAN LOKAL
-BONUS DEPOSIT NEW MEMBER 10%
-BONUS NEXT DEPOSIT RP 5.000,-
-BONUS PRIZE 2 & 3
-BONUS REFERAL 1%
-MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
-MINIMAL DEPOSIT IDR.25,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

-DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
-DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
-DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
FACEBOOKTOTO

FACEBOOKTOTO ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE DAN BANDAR BOLA DALAM 1 USER ID
MENYEDIAKAN LOKAL DAN BETTING BOLA
-BONUS AWAL DEPOSIT 10%
-BONUS SETIAP DEPOSIT 2%
-BONUS REFERAL 1%
-HADIAH PRIZE 1 SAMPAI 5
-LOMBA TEBAK 2D 3 LINE DI GRUP FACEBOOK
  

-MINIMAL DEPOSIT IDR.25,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

DISCOUNT BETTINGAN : 2D-29% | 3D-59% | 4D-65%
HADIAH     BETTINGAN : 2Dx70 | 3Dx400 | 4Dx3.000



DAFTAR KLIK DISINI