BINGUNG CARI WEBSITE JUDI ONLINE TERPERCAYA ?? SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH INI BOSKU , DIJAMIN AMAN DAN TERPERCAYA
PLAYER4D

PLAYER4D   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN 24 PASARAN & LIVE GAME
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.25,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.25,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI

SELAMAT DATANG DI BUNGA PREDIKSI

DI BLOG INI KAMI MENYEDIAKAN INFORMASI BANDAR JUDI ONLINE TERPERCAYA

BOSKU BISA KLIK BANNER YANG TERSEDIA DI ATAS

DIJAMIN AMAN DAN TERPERCAYA

DAN JIKA ADA MASALAH ATAU KELUHAN

BOSKU BISA MELAPOR KEPADA KAMI

KAMI SIAP MEMBANTU SAMPAI TUNTAS

Sabtu, 21 Juli 2018

Dalam keluarga tersedia Adik ipar



Kehidupan tetap berjalan. Usia takaran istri saya menginjak bulan ke-4. Tahu sendirilah bagaimana situasi perempuan jikalau sedang hamil muda.  Cerita Seks Terbaru Hari ini

Bawaannya malas melulu. Tapi untuk urusan pekerjaan dia benar-benar bersemangat. Dia sebenarnya pekerja yang ambisius. Berdedikasi, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Karena itu jadwal keluar kota senantiasa dijalani.

Kualitas pertalian seks kami makin lama buruk. Dia seakan benar-benar tak idamkan disentuh jikalau terhadap selagi benar-benar sedang relaks. Saya juga tak idamkan memaksa. Karenanya saya makin lama kerap beronani diam-diam di kamar mandi.

Kadang-kadang saya kasihan terhadap diri sendiri. Kata-kata Mbak Maya kerap terngiang-ngiang, khususnya sementara sehabis sperma memancar berasal dari penis saya. “Kacian adik iparku ini..” Tapi saya tak punya pilihan lain. Saya tak senang “jajan”. Maaf, saya agak jijik bersama perempuan lacur.

Tiap kali beronani, yang saya bayangkan adalah wajah Mbak Maya atau si bungsu Rosi, bergantian. Rosi sudah tumbuh jadi gadis yang benar-benar matang. Montok, lincah. Cantik penuh gairah, dan terkesan genit.

Meskipun tetap bersikap manja terhadap saya, tapi sudah tidak dulu ulang bergayutan di tubuh saya layaknya semasa saya ngapelin kakaknya. Saya kerap mengambil pandang ke arah payudaranya. Ukurannya benar-benar saya idealkan. Sekitar 34. Punya istri saya sendiri cuma 32.

Seringkali, di balik busana seragam SMU-nya saya melihat gerakan indah payudara itu. Keinginan untuk melihat payudara itu begitu kuatnya. Tapi bagaimana? Mengintip? Di mana? Kamar mandi kami benar-benar rapat.

Letak kamar saya dengannya berjauhan. Dia duduki kamar di sebelah gudang. Yang paling ujung kamar Mak Jah, pembantu kami. Setelah kamar Mayang, kakak Rosi, baru kamar saya. Kamar kami seluruhnya terbuat berasal dari tembok.

Sehingga tak mugkin bikin ngintip. Tapi tunggu! Saya teringat gudang. Ya, jikalau tidak salah pada gudang bersama kamar Rosi terkandung sebuah jendela. Dulunya gudang ini sebenarnya berbentuk tanah kosong semacam taman.

Karena mertua butuh gudang tambahan, maka dibangunlah gudang. Jendela kamar Rosi yang menghadap ke gudang tidak dihilangkan. Saya dulu mengamati, berasal dari jendela itu sanggup mengintip isikan kamar Rosi.

Sejak itulah tekad saya kesampaian. Saya benar-benar kerap diam-diam ke gudang begitu Rosi selesai mandi. Memang tersedia celah kecil tapi tak memadai untuk mengintip. Karenanya diam-diam lubang itu saya perbesar bersama obeng. Saya benar-benar takjub melihat sepasang payudara montok dan indah punya Rosi. Meski benar-benar jarang, saya juga dulu melihat kemaluan Rosi yang ditumbuhi bulu-bulu lembut.

Tiap kali mengintip, senantiasa saya laksanakan onani supaya di dekat lubang intipan itu keluar bercak-bercak sperma saya. Tentu cuma saya yang mengerti kenapa dan apa bercak itu. Keinginan untuk nikmati tubuh Rosi makin lama menggelayuti benak saya.

Tetapi senantiasa tak saya temukan jalan. Sampai kelanjutannya malam itu. Mertua saya menghendaki saya mendampingi Rosi untuk menghadiri Ultah temannya di sebuah diskotik. Ibu risau terjadi apa-apa.

Dengan perasaan luar biasa gembira saya antar Rosi. Istri saya menyuruh saya mempunyai mobil. Tapi saya menolak. “Kamu kan mesti detailing. Pakai saja. Masa orang hamil rela naik motor?” Padahal yang sebenarnya, saya idamkan merapat-rapatkan tubuh bersama Rosi.

Baca Juga >> Aku yang memuaskan Tante Dewi

Kami berangkat kira-kira pukul 19.00. Dia membonceng. Kedua tangannya memeluk pinggang saya. Saya rasakan benda kenyal di punggung saya. Jantung saya berdesir-desir. Sesekali bersama nakal saya injak pedal rem bersama mendadak.

Akibatnya terjadi sentakan di punggung. Saya pura-pura tertawa dikala Rosi bersama manja memukuli punggung saya.
“Mas Andy genit,” katanya.
Pada suatu ketika, mungkin gara-gara kesal, Rosi apalagi tanpa saya duga sengaja menempelkan dadanya ke puggung saya. Menekannya.
“Kalau rela gini, bilang aja tetap terang,” katanya.
“Iya iya mau,” sahut saya.
Tidak tersedia tanggapan. Rosi apalagi menggeser duduknya, merenggang. Sialan.

Malam itu Rosi mengenakan rok span ketat dan atasan tank top, dibalut jaket kulit. Benar-benar seksi ipar saya ini. Cerita Seks Terbaru hari ini
Di diskotik sudah menanti teman-teman Rosi. Ada kira-kira 15-an orang. Saya membebaskan Rosi berabung bersama teman-temannya. Saya memilih duduk di sudut. Malu dong jikalau nimbrung. Sudah tua, ihh.

Saya cuma mengawasi berasal dari kejauhan, nikmati tubuh-tubuh indah para ABG. Tapi pandangan saya senantiasa berakhir ke tubuh Rosi. She is the most beautiful girl. Di pada saudara istri saya Rosi sebenarnya yang paling cantik. Tercantik kedua ya Mbak Maya, baru Yeni, istri saya. Mayang yang terjelek. Tubuhnya kurus kering supaya tidak menimbulkan nafsu.

Sesekali Rosi menengok ke arah area duduk saya sambil melambai. Saya tersenyum mengangguk. Mereka turun ke arena. Sekitar tiga lagu Rosi menghampiri saya.
“Mas Andy sudah pesan minum?” tanyanya.
Dagu saya menunjuk gelas berisi lemon tea di depan saya. Saya tak berani minum minuman beralkohol, meski cuma bir. Saya pun bukan pecandu.
“Kamu kok ke sini, sudah sana gabung temen-temen kamu,” kata saya.
Janjinya Rosi dkk pulang pukul 22.00. Tadi ibu mertua juga bilang supaya pulangnya jangan larut.
“Nggak sedap review Mas Andy mencangkung sendirian,” kata Rosi duduk di sebelah saya.
“Sudah nggak pa-pa.”
“Bener?” Saya mengangguk, dan Rosi ulang ke grupnya.
Habis satu lagu, dia mendatangi saya. Menarik tangan saya. Saya memberontak.
“Ayo. Nggak apa-apa, sekalian saya kenalin ama temen-temen. Mereka juga yang minta kok.”
Saya menyerah. Saya turut saja bergoyang-goyang. Asal goyang. Dunia diskotik sudah benar-benar lama tidak saya kunjungi. Dulupun saya jarang sekali. Hampir tidak pernah. Saya ke diskotik sekedar supaya mengerti saja kayak apa suasananya.
Sesekali tangan Rosi memegang tangan saya dan mengayun-ayunkannya. Musik bener-benr hingar-bingar. Lampu berkelap-kelip, dan kaki-kaki menghentak di lantai disko. Sesekali Rosi menuju meja untuk minum.

Menjelang pukul 22.00 lebih dari satu teman Rosi pulang. Saya langsung mengajak Rosi pulang juga.
“Bentar dong Mas Andy, please,” kata Rosi.
Astaga. Tercium aroma alkohol berasal dari mulutnya.
“Heh. Kamu minum apa? Gila kamu. Sudah ayo pulang.” Segera saya gelandang dia.
“Yee Mas Andy gitu deh.” Dia merajuk tapi saya tak peduli. Ruangan ini menjadi bikin jadi bosan saya.
“Udah dulu ya bro, sis. Satpam ngajakin pulang neh.”
“Satpam-mu itu.”
Saya menjitak lembut kepala Rosi. Rosi sebenarnya minum alkohol. Tak mengerti apa yang diminumnya tadi. Dia pun keluar sempoyongan. Saya jadi cemas. Takut nanti kena marah mertua. Disuruh jagain kok tidak bisa. Tapi tersedia senangnya juga sih. Rosi jadi lebih kerap memeluk lengan saya supaya tidak sempoyongn.

Kami menuju area parkir untuk mengambil alih motor. Saya bantu Rosi mengenakan jaket yang kami tinggal di motor. Saya bantu dia mengancing resluitingnya. Berdesir darah saya dikala sedikit tersentuk bukit di dadanya.
“Hayoo, nakal lagi,” katanya.
“Hus. Nggak sengaja juga.”
“Sengaja nggak pa-pa kok Mas.”
Omongan Rosi makin lama ngaco. Dia tarik ke bawah resluitingnya.
Dan sebelum saya berkomentar dia sudah berkata, “Masih gerah. Ntar jikalau dingin Rosi kancingin deh.”
Segera mesin kunyalakan, dan motor melaju meninggalkan diskotik SO.

Sungguh menyenangkan. Rosi yang setengah mabuk ini seakan merebahkan badannya di punggung saya. Kedua tangannya memeluk erat perut saya. Jangan bertanya bagaimana birahi saya. Penis saya menegang sejak tadi. Dagu Rosu disadarkan ke pundak saya. Lembut nafasnya sesekali menyapu telinga saya. Saya perlambat laju motor. Benar-benar saya idamkan menikmati. Lalu saya layaknya menjadi Rosi mencium pipi saya. Saya idamkan memastikan bersama menoleh. Ternyata sebenarnya dia baru saja mencium pipi saya. Bahkan selanjutnya dia mengecup pipi saya. Saya kira dia benar-benar mabuk.

“Mas Andy, Rosi pengin pacaran dulu,” katanya mengejutkan saya.
“Pacaran serupa Mas Andy? Gila kamu ya.” Penis saya makin lama kencang.
“Mau enggak?”
“Kamu mabuk ya?” Dia tak menjawab. Hanya pelukannya malah erat.
“Mas..”
“Hmm”
“Mas tetap senang coli?”
“Hus. Napa sih?”
“Pengen mengerti aja. Mbak Yeni nggak rela melayani ya?”
“Tahu apa kamu ini.”
Saya sedikit berteriak. Saya kaget sendiri. Entah kenapa saya tidak senang dia omong begitu, Mungkin reflek saja gara-gara saya dipermalukan.
“Sorry. Gitu aja marah.” Rosi ulang mencium pipi saya.
Bahkan dia tempelkan tetap bibirnya di pipi saya, sedikit di bawah telinga.
“Saya horny Ros.”
“Kapan? Sekarang? Ahh masak. Belum juga diapa-apain”

Saya menggapai tangannya dan saya taruh di penis saya yang menyodok celana saya. Terperanjat dia. Tapi diam saja. Tangannya merasakan sesuatu bergerak-gerak di balik celana saya.
“Pacaran ama Rosi rela nggak?” kata Rosi. Aroma alkohol benar-benar menyengat.
“Di mana? Lagian sudah malam. Nanti Ibu marah jikalau kami pulang kemalaman.”
“Kalau ama Mas Andy dijamin Ibu gak marah.”
“Sok tahu.”
“Bener. Ayuk deh. Ke taman aja. Tuh deket SMA I ajak. Asyik lagi. Bentar aja.”
Tanpa menanti perintah, motor saya arahkan ke Taman KB di seberang SMU I. Taman ini sebenarnya arena asyik bagi mereka yang seang berpacaran. Meski di sekitarnya selanjutnya lintas ramai, tapi gara-gara gelap, yaa senantiasa sedap bikin berpacaran.
Kami melacak bangku kosong di taman. Sudah agak sepi jadi agak enteng mencarinya. Biasanya memadai ramai supaya banyak yang berpacaran di rumputan. Begitu duduk. Langsung saja Rosi merebahkan kepalanya di dada saya. Saya tak mengira anak ini dapat begini agresif. Atau gara-gara dampak alkohol makin lama kuat? Entahlah. Kami membebaskan jaket dan menaruhnya di dekat bangku.

Baca Juga >> Tante Yosi Guru ngentotku

“Kamu kan belum punya pacar, kok sudah segini berani Ros?” bertanya saya.
“Enak aja belum punya pacar.” Dia protes.
“Habis siapa pacar kamu?” Saya genggam tangannya. Dia mengelus-elus dada saya.
“Yaa ini.” Dia terhubung kancing kemeja saya. Saya makin lama yakin dia diracuni alkohol. Tapi apa hiraukan saya. Inilah saatnya.
Saya kecup keningnya. Matanya. Hidung, pipi, selanjutnya bibirnya. Dia tersentak, dan memberi tambahan pipinya. Saya ulang melacak bibirnya. Saya kecup ulang perlahan. Dia diam. Saya kulum. Dia diam saja. Benarkah anak ini belum dulu berciuman bibir bersama cowok?
“Kamu belum dulu laksanakan ya?” kata saya.
Dia tak menjawab. Saya cium ulang bibirnya. Saya julurkan lidah saya. Tangannya meremas pinggang saya. Saya hisap lidahnya, saya kulum. Tangan saya kini menjalar melacak payudara. Dia menggelinjang tapi membebaskan tangan saya menyusiup di pada celah BH-nya. Ketika saya mendapatkan bukit kenyal dan meremasnya, dia mengerang panjang. Kedua kakinya terjatuh berasal dari bangku dan menendang-nendang rumputan. Saya buka kancing BH-nya yang terdapat di bagian depan. Saya usap-usap lembut, ke kiri, selanjutnya ke kanan. Saya remas, saya kili-kili. Dia mengaduh. Tangannya tetap meremasi pinggang dan paha saya.

“Mas Andy..”
“Hmm”
“Please.. Please.”
Saya mengangsurkan wajah saya menciumi bukit-bukit itu. Dia makin lama tak terkendali. Lalu, srrt srrt..srrt. Sesuatu keluar berasal dari penis saya. Busyet. Masa saya ejakulasi? Tapi benar, mani saya sudah keluar. Anehnya saya tetap bernafsu. Tidak layaknya dikala bersetubuh bersama Yeni. Begitu mani keluar, tubuh saya lemas, dan nafsu hilang. Saya juga tetap merasakan penis saya sanggup menerima rangsangan. Saya tetap menciumi payudara itu, menghisap puting, dan tangan saya mengelus paha, menyelinap di pada celap CD. Membelai bulu-bulu lembut. Menyibak, dan merasakan daging basah. Mulut Rosi tetap mengaduh-aduh. Saya rasakan kemaluan saya digeggamnya. Diremas bersama kasar, supaya menjadi sakit. Saya mesti menggeser area duduk gara-gara sakitnya. Agaknya dia tahu, dan melonggarkan cengkeramannya.

Lalu dia terhubung resluiting celana saya, merogoh isinya. Meremas kuat-kuat. Tapi dia berhenti sebentar.
“Kok basah Mas?” tanyanya. Saya diam saja.
“Ehh, ini yang disebut mani ya?”
Sejenak situasi kacau. Ini anak malah ngajak diskusi sih. Dia cium penis saya tapi tidak sampai menempel. Kayaknya dia mencoba membaui.
“Kok gini baunya ya? Emang kayak gini ya?
“Heeh,” jawab saya selanjutnya ulang memainkan kelaminnya.
“Asin juga ya?”
Dia mengocok penis saya bersama tangannya.
“Pelan-pelan Ros. Enakan kamu ciumin deh,” kata saya.

Tanpa perintah sambungan Rosi mencium dan mengulum penis saya. Uhh, kasarnya minta ampun, Tidak tersedia enaknya. Jauhh bersama yang ditunaikan Mbak Maya. Berkali-kai saya menghendaki dia untuk lebih pelan. Bahkan sesekali dia menggigit penis saya sampai saya tersentak. Akhirnya saya ulang ejakulasi. Bukan oleh mulutnya tapi gara-gara kocokan tangannya. Setelah itu sunyi. Saya lemas. Saya benahi busana saya. Dia juga membenahi pakaiannya. Tampaknya dia sudah terbebas berasal dari dampak alkohol. Wajahnya yang belepotan mani dibersihkan bersama tissu.
“Makasih pelajarannya ya Mas.” Dia mengecup pipi saya.
“Tapi kamu janji jaga rahasia kan?” Saya idamkan memastikan.
“Iyaah. Emang rela cerita ama siapa? Bunuh diri?”
“Siapa tahu. Pokoknya just for us! Nobody else may knows.”
Dia mengangguk. Kami bersiap-siap pulang. Sepanjang perjalanan dia memeluk erat tubuh saya. Menggelendot manja. Dan pikiran waras saya menjadi bekerja. Saya menjadi dihinggapi kecemasan.

“Ros..”
“Yaa”
“Kamu nggak jatuh cinta ama Mas Andy kan? Everyting just for sex kan?”
“Tahu deh.”
“Please Ros. Kita nggak boleh keterusan. Anggap saja tadi kami sedang mabuk.” Saya menghentikan motor.
“Iya deh.”
“Bener ya? Ingat, Mas Andy ini suami Mbak Yeni.”
Dia mengangguk mengerti.
“Makasih Ros.” Saya ulang mobilisasi motor.
“Apa yang terjadi malam ini, tidak usahlah terulang lagi,” kata saya.
Saya benar-benar was-was sekarang. Saya sadari, Rosi tetap kanak-kanak. Masih labil. Dia benar-benar manja. Bisa saja dia terlepas kendali dan tak mengerti apa arti pertalian seks sesaat. Lalu saya dengar dia sesenggukan. Menangis. Untunglah dia menepati janji. Segalanya terjadi layaknya yang saya harapkan. Saya tak berani ulang mengulangi, biarpun kesempatan senantiasa terbuka dan dibuka oleh Rosi. Saya benar-benar was-was akibatnya. Saya tidak rela menhancurkan keluarga besar istri saya. Tak rela menghancurkan rumah tangga saya.

Saya cuma nikmati Rosi di didalam bayangan. Ketika sedang onani atau dikala sedang bersetubuh bersama Yeni. Sesekali saja saya berkhayal Mbak Maya.

TAMAT

NAMA
AGEN
MIN
BETTING
MIN
DEPOSIT
MIN WITHDRAW
LINK
DAFTAR
Player4d
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.25,000,-
Pangeran TT
Rp.1.000,-
Rp.50.000,-
Rp.50.000,-
Chanell 4D
Rp.500,-
Rp.20,000,-
Rp.50,000,-
Live303
-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
Warung303
-
Rp.25,000,-
Rp.25,000,-
Hawai Poker
-
Rp.20,000,-
Rp.20,000,-
Trio4D
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
Facebooktoto
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

PLAYER4D

PLAYER4D   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN 24 PASARAN & LIVE GAME
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.25,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.25,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
PANGERAN TOTO 3

PANGERAN TOTO3   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN  LOKAL
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.50,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 58% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 65% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
CHANELL 4D

CHANELL4D ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN 6 PASARAN  LOKAL
-WELCOME BONUS IDR.10,000
-DEPOSIT HARIAN 2%
-HADIAH PRIZE 2 DAN 3

-MINIMAL BETTING IDR.500,-
-MINIMAL DEPOSIT IDR.20,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

-DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
-DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
-DISKON 4D 65% HADIAHX 3.000.000



DAFTAR KLIK DISINI
TRIO4D

TRIO4D ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN RESMI DAN LOKAL
-BONUS DEPOSIT NEW MEMBER 10%
-BONUS NEXT DEPOSIT RP 5.000,-
-BONUS PRIZE 2 & 3
-BONUS REFERAL 1%
-MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
-MINIMAL DEPOSIT IDR.25,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

-DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
-DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
-DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
FACEBOOKTOTO

FACEBOOKTOTO ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE DAN BANDAR BOLA DALAM 1 USER ID
MENYEDIAKAN LOKAL DAN BETTING BOLA
-BONUS AWAL DEPOSIT 10%
-BONUS SETIAP DEPOSIT 2%
-BONUS REFERAL 1%
-HADIAH PRIZE 1 SAMPAI 5
-LOMBA TEBAK 2D 3 LINE DI GRUP FACEBOOK
  

-MINIMAL DEPOSIT IDR.25,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

DISCOUNT BETTINGAN : 2D-29% | 3D-59% | 4D-65%
HADIAH     BETTINGAN : 2Dx70 | 3Dx400 | 4Dx3.000



DAFTAR KLIK DISINI