BINGUNG CARI WEBSITE JUDI ONLINE TERPERCAYA ?? SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH INI BOSKU , DIJAMIN AMAN DAN TERPERCAYA
PLAYER4D

PLAYER4D   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN 24 PASARAN & LIVE GAME
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.25,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.25,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI

SELAMAT DATANG DI BUNGA PREDIKSI

DI BLOG INI KAMI MENYEDIAKAN INFORMASI BANDAR JUDI ONLINE TERPERCAYA

BOSKU BISA KLIK BANNER YANG TERSEDIA DI ATAS

DIJAMIN AMAN DAN TERPERCAYA

DAN JIKA ADA MASALAH ATAU KELUHAN

BOSKU BISA MELAPOR KEPADA KAMI

KAMI SIAP MEMBANTU SAMPAI TUNTAS

Kamis, 05 Juli 2018

Hubungan gelapku yang penuh gairah bersama dengan istri tetangga


Sudah bertahun-tahun aktivitas ronda malam di lingkungan daerah tinggalku terjadi bersama dengan baik. Setiap malam ada satu group terdiri berasal dari tiga orang. Sebagai anak belia yang udah bekerja aku dapat giliran ronda terhadap malam minggu.

Pada suatu malam minggu aku giliran ronda. Tetapi hingga pukul 23.00 dua orang temanku tidak keluar di pos perondaan. Aku tidak hiraukan rela mampir apa tidak, gara-gara aku maklum tugas ronda adalah sukarela, supaya tidak baik untuk dipaksa-paksa. Biarlah aku ronda sendiri tidak ada masalah. Cerita Dewasa Terbaru Hari ini

Karena sesungguhnya belum mengantuk, aku jalan-jalan mengontrol kampung. Biasanya kami memutari rumah-rumah penduduk. Pada pas hingga di samping rumah Pak Tadi, aku lihat kaca nako yang belum tertutup. Aku mendekati untuk lihat apakah kaca nako itu kelupaan ditutup atau ada orang jahat yang membukanya. Dengan hati-hati kudekati, namun ternyata kain korden tertutup rapi.

Kupikir tempo hari sore pasti lupa menutup kaca nako, namun langsung menutup kain kordennya saja. Mendadak aku mendengar nada aneh, layaknya desahan seseorang. Kupasang telinga baik-baik, ternyata nada itu mampir berasal dari di dalam kamar.

Kudekati pelan-pelan, dan darahku berdesir, ketika ternyata itu nada orang bersetubuh bersama dengan penuh gairah. Nampaknya ini kamar tidur Pak Tadi dan istrinya. Aku lebih mendekat lagi, suaranya dengusan nafas yang memburu dan gemerisik dan goyangan daerah tidur lebih sadar terdengar.

“Ssshh… hhemm… uughh… ugghh, terdengar nada dengusan dan nada orang layaknya menghindar sesuatu. Jelas itu nada Bu Tadi yang ditindih suaminya.

Terdengar pula bunyi kecepak-kecepok, nampaknya penis Pak Tadi sedang mengocok liang vagina Bu Tadi bersama dengan penuh gairah. Aduuh, darahku naik ke kepala, penisku udah berdiri keras layaknya kayu. Aku sungguh-sungguh iri membayangkan Pak Tadi menggumuli istrinya. Alangkah nikmatnya menyetubuhi Bu Tadi yang cantik dan bahenol itu.

“Oohh, sshh buuu, aku rela keluar, sshh…. ssshh..” terdengar nada Pak Tadi tersengal-sengal. Suara kecepak-kecepok makin lama cepat, dan sesudah itu berhenti. Nampaknya Pak Tadi udah ejakulasi dan pasti penisnya dibenamkan dalam-dalam ke di dalam vagina Bu Tadi. Selesailah udah persetubuhan bersama dengan penuh gairah itu, aku pelan-pelan meninggalkan daerah itu bersama dengan kepala berdenyut-denyut dan penis yang kemeng gara-gara tegang berasal dari tadi.

Sejak malam itu, aku jadi kerap mengendap-endap mengintip aktivitas suami-istri itu di daerah tidurnya. Walaupun nako tidak terbuka lagi, namun suaranya masih sadar terdengar berasal dari sela-sela kaca nako yang tidak rapat benar. Aku jadi layaknya detektip partikelir yang mengamati aktivitas mereka di sore hari.

Biasanya pukul 21.00 mereka masih lihat siaran TV, dan sehabis itu mereka mematikan lampu dan masuk ke kamar tidurnya. Aku menjadi lihat keadaan apakah safe untuk mengintip mereka. Apabila aman, aku bakal mendekati kamar mereka. Kadang-kadang mereka hanya bercakap-cakap sebentar, terdengar bunyi gemerisik (barangkali menempatkan selimut), lalu sepi. Pasti mereka terus tidur.

Baca Juga >> Mandi sekaligus ngentot bersama dengan pembantu

Tetapi seandainya mereka masuk kamar, bercakap-cakap, terdengar ketawa-ketawa kecil mereka, jeritan lirih Bu Tadi yang kegelian (barangkali dia digelitik, dicubit atau diremas buah dadanya oleh Pak Tadi), dapat dipastikan bakal diteruskan bersama dengan persetubuhan. Dan aku pasti mendengarkan hingga selesai. Rasanya layaknya kecanduan bersama dengan suara-suara Pak Tadi dan khususnya nada Bu Tadi yang keenakan disetubuhi suaminya bersama dengan penuh gairah.

Hari-hari selanjutnya terjadi layaknya biasa. Apabila aku berjumpa Bu Tadi juga biasa-biasa saja, namun tidak dapat dipungkiri, aku jadi jatuh cinta mirip istri Pak Tadi itu. Orangnya sesungguhnya cantik, dan badannya padat berisi cocok bersama dengan seleraku. Khususnya pantat dan buah dadanya yang besar dan bagus.

Aku sadar bahwa hal itu tidak bakal mungkin, gara-gara Bu tadi istri orang. Kalau aku berani menggoda Bu Tadi pasti jadi masalah besar di kampungku. Bisa-bisa aku dipukuli atau diusir berasal dari kampungku. Tetapi nasib orang tidak ada yang tahu. Ternyata aku pada akhirnya dapat menikmati keindahan tubuh Bu Tadi. Cerita Seks Terbaru Hari ini

Pada suatu hari aku mendengar Pak Tadi opname di rumah sakit, katanya operasi usus buntu. Sebagai tetangga dan masih bujangan aku banyak pas untuk menengoknya di rumah sakit. Dan yang perlu aku coba membangun hubungan yang lebih akrab bersama dengan Bu Tadi. Pada suatu sore, aku menengok di rumah sakit bersamaan bersama dengan adiknya Pak Tadi.

Sore itu, mereka setuju Bu Tadi bakal digantikan adiknya tunggu di rumah sakit, gara-gara Bu Tadi udah sebagian hari tidak pulang. Aku menawarkan diri untuk pulang bersamaku. Mereka setuju saja dan jadi berterima kasih. Terus terang kami udah menjalin hubungan lebih akrab bersama dengan keluarga itu.

Sehabis mahgrib aku bersama dengan Bu Tadi pulang. Dalam mobilku kami menjadi mengobrol, berkenaan sakitnya Pak Tadi. Katanya seminggu ulang udah boleh pulang. Aku menjadi coba untuk bicara lebih dekat lagi, atau katakanlah lebih tidak cukup ajar. Inikan kesempatan bagus sekali untuk mendekatai Bu Tadi.

“Bu, maaf yaa. ngomong-ngomong Bu Tadi udah berkeluarga kira-kira 3 th. kok belum diberi momongan yaa”, kataku hati-hati.

“Ya, itulah Dik Budi. Kami kan hanya lakoni. Barangkali Tuhan belum mengizinkan”, jawab Bu Tadi.

“Tapi anu tho bu… anuu.. bikinnya khan jalan terus.” godaku.

“Ooh apa, ooh. jikalau itu sih iiiya Dik Budi” jawab Bu Tadi agak kikuk. Sebenarnya kan aku tahu, mereka tiap tiap minggunya minmal 2 kali bersetubuh dan terbayang ulang desahan Bu Tadi yang keenakan. Darahku makin lama berdesir-desir. Aku makin lama nekad saja.

“Tapi, kok belum sukses juga yaa bu?” lanjutku.

“Ya, itulah, kami berusaha terus. Tapi ngomong-ngomong kapan Dik Budi kimpoi. Sudah kerja, udah punya mobil, cakep lagi. Cepetan dong. Nanti keburu tua lhoo”, kata Bu Tadi.

“Eeh, benar nih Bu Tadi. Aku cakep niih. Ah kebetulan, tolong carikan aku Bu. Tolong carikan yang kayak Ibu Tadi ini lhoo”, kataku menggodanya.

“Lho, kok hanya kayak saya. Yang lain yang lebih cakep kan banyak. Saya khan udah tua, jelek lagi”, katanya sambil ketawa.

Aku wajib dapat mengfungsikan situasi. Harus, Bu tadi wajib aku dapatkan.

“Eeh, Bu Tadi. Kita kan nggak usah buru-buru nih. Di rumah Bu Tadi juga kosong. Kita cari makan dulu yaa. Mauu yaa bu, rela yaa”, ajakku bersama dengan penuh kegelisahan jangan-jangan dia menolak.

“Tapi nanti kemaleman lo Dik”, jawabnya.

“Aah, baru jam tujuh. Mau ya Buu”, aku sedikit memaksa.

“Yaa gimana yaa… ya deh terserah Dik Budi. Tapi nggak malam-malam lho.” Bu Tadi setuju. Batinku bersorak.

Kami berehenti di warung bakmi yang terkenal. Sambil makan kami terus mengobrol. Jeratku makin lama aku persempit.

“Eeh, aku terlampau tolong dicarikan istri yang kayak Bu Tadi dong Bu. benar nih. Soalnya begini bu, tapii eeh nanti Bu Tadi marah mirip saya. Nggak usaah aku katakan saja deh”, kubuat Bu Tadi penasaran.

“Emangnya kenapa siih.” Bu tadi memandangku penuh tanda tanya.

“Tapi janji nggak marah lho.” kataku memancing. Dia mengangguk kecil.

“Anu bu… namun janji tidak marah lho yaa.”

“Bu Tadi terus terang aku terobsesi punya istri layaknya Bu tadi. Aku terlampau bingung dan layaknya orang gila jikalau membayangkan Bu Tadi. Aku sadar ini nggak betul. Bu Tadi kan istri tetanggaku yang wajib aku hormati. Aduuh, maaf, maaf sekali bu. aku udah tidak cukup ajar sekali”, kataku menghiba. Bu Tadi melongo, memandangiku. sendoknya tidak menjadi jatuh di piring. Bunyinya mengagetkan dia, dia tersipu-sipu, tidak berani memandangiku lagi.

Sampai selesai kami jadi berdiam-diaman. Kami berangkat pulang. Dalam mobil aku berpikir, ini udah telanjur basah. Katanya laki-laki wajib nekad untuk menaklukkan wanita. Nekad kupegang tangannya bersama dengan tangan kiriku, pas tangan kananku memegang setir.

Di luar dugaanku, Bu Tadi balas meremas tanganku. Batinku bersorak. Aku tersenyum penuh kemenangan. Tidak ada kata-kata, batin kami, perasaan kami udah bertaut. Pikiranku melambung, melayang-layang. Mendadak ada sepeda motor menyalib mobilku. Aku kaget.

“Awaas! hati-hati!” Bu Tadi menjerit kaget.

“Aduh nyalib kok nekad terlampau siih”, gerutuku.

“Makanya jikalau nyetir jangan macam-macam”, kata Bu tadi. Kami tertawa. Kami tidak membisu lagi, kami ngomong, ngomong apa saja. Kebekuan cair sudah. Sampai di rumah aku hanya hingga pintu masuk, aku lalu pamit pulang.

Di rumah aku coba untuk tidur. Tidak bisa. Nonton siaran TV, tidak nyaman juga. Aku terus membayangkan Bu Tadi yang sekarang sendirian, hanya ditemani pembantunya yang tua di kamar belakang. Ada stimulan terlampau kuat untuk mengunjungi rumah Bu Tadi.

Berani nggaak, berani nggak. Mengapa nggak berani. Entah setan mana yang mendorongku, tahu-tahu aku udah keluar rumah. Aku mengunjungi kamar Bu Tadi. Dengan berdebar-debar, aku ketok pelan-pelan kaca nakonya, “Buu Tadi, aku Budi”, kataku lirih. Terdengar gemerisik daerah tidur, lalu sepi.

Mungkin Bu Tadi bangun dan takut. Bisa juga mengira aku maling. “Aku Budi”, kataku lirih. Terdengar gemerisik. Kain korden terbuka sedikit. Nako terbuka sedikit. “Lewat belakang!” kata Bu Tadi. Aku menuju ke belakang ke pintu dapur.

Pintu terbuka, aku masuk, pintu tertutup kembali. Aku nggak tahan lagi, Bu Tadi aku peluk erat-erat, kuciumi pipinya, hidungnya, bibirnya bersama dengan lembut dan mesra, penuh kerinduan. Bu Tadi membalas memelukku, wajahnya disusupkan ke dadaku.

“Aku nggak dapat tidur”, bisikku.

“Aku juga”, katanya sambil memelukku erat-erat.

Dia membiarkan pelukannya. Aku dibimbingnya masuk ke kamar tidurnya. Kami berpelukan lagi, berciuman ulang bersama dengan penuh gairah. “Buu, aku kangen bangeeet. Aku kangen”, bisikku sambil terus menciumi dan membelai punggungnya. Gairah kami makin lama menggelora.

Aku ditariknya ke daerah tidur. Bu Tadi membaringkan dirinya. Tanganku menyusup ke buah dadanya yang besar dan empuk, aduuh nikmat sekali, kuelus buah dadanya bersama dengan lembut, kuremas pelan-pelan. Bu Tadi menyingkapkan dasternya ke atas, dia tidak kenakan BH. Aduh buah dadanya kelihatan putih dan menggung. Aku nggak tahan lagi, kuciumi, kukulum pentilnya, kubenamkan wajahku di ke-2 buah dadanya, hingga aku nggak dapat bernapas.

Sementara tanganku merogoh kemaluannya yang berbulu tebal. Celana dalamnya kupelorotkan, dan Bu Tadi meneruskan ke bawah hingga terlepas berasal dari kakinya. Dengan sigap aku membiarkan sarung dan celana dalamku. Penisku langsung tegang tegak menantang.

Bu Tadi langsung menggenggamnya dan dikocok-kocok pelan berasal dari ujung penisku ke pangkal pahaku. Aduuh, rasanya geli dan nikmat sekali. Aku udah nggak sabar lagi. Aku naiki tubuh Bu Tadi, bertelekan terhadap sikut dan dengkulku. Kaki Bu Tadi dikangkangkannya lebar-lebar, penisku dibimbingnya masuk ke liang vaginanya yang udah basah.

Digesek-gesekannya di bibir kemaluannya, makin lama lama makin lama basah, kepala penisku masuk, makin lama dalam, semakin… dan pada akhirnya blees, masuk seutuhnya ke di dalam kemaluan Bu Tadi. Aku turun-naik pelan-pelan bersama dengan teratur. Aduuh, nikmat sekali. Penisku dijepit kemaluan Bu Tadi yang sempit dan licin. Makin cepat kucoblos, keluar-masuk, turun-naik bersama dengan penuh nafsu dan gairah.

“Aduuh, Dik Budi, Dik Budii… enaak sekali, yang cepaat.. teruus”, bisik Bu Tadi sambil mendesis-desis. Kupercepat ulang bersama dengan penuh gairah. Suaranya vagina Bu Tadi kecepak-kecepok, menambah semangatku. “Dik Budiii aku rela muncaak… muncaak, teruus… teruus”, Aku juga udah rela keluar.

Aku percepat, dan penisku menjadi bakal keluar. Kubenamkan dalam-dalam ke di dalam vagina Bu Tadi hingga amblaas. Pangkal penisku berdenyut-denyut, spermaku muncrat-muncrat di di dalam vagina Bu Tadi. Kami berangkulan kuat-kuat, napas kami berhenti. Saking nikmatnya di dalam sebagian detik nyawaku melayang entah kemana.

Selesailah sudah. Kerinduanku tercurah sudah, aku menjadi lemas sekali namun senang sekali. Kucabut penisku, dan berbaring di sisinya. Kami berpelukan, mengatur napas kami. Tiada kata-kata yang terucapkan, ciuman dan belaian kami yang berbicara.

“Dik Budi, aku curiga, salah satu berasal dari kami mandul. Kalau aku subur, aku ingin aku dapat hamil berasal dari spermamu. Nanti jikalau jadi aku kasih tahu. Yang sadar bapaknya anakku kan hanya aku sendiri kan. Dengan siapa aku sebabkan anak”, katanya sambil mencubitku. Malam itu pertama kali aku menyetubuhi Bu Tadi tetanggaku. Beberapa kali kami terjalin bersama dengan penuh gairah hingga aku kimpoi bersama dengan wanita lain. Bu Tadi biarpun cemburu namun dapat memakluminya.

Keluarga Pak tadi hingga pas ini hanya membawa satu anak perempuan yang cantik. Apabila di kedepankan, Bu Tadi kerap menciumi anak itu, pas matanya melirikku dan tersenyum-senyum manis. Tetanggaku terhadap meledek Bu Tadi, kemungkinan pas hamil Bu Tadi benci sekali mirip aku. Karena anaknya yang cantik itu membawa mata, pipi, hidung, dan bibir yang sama juga layaknya mata, pipi, hidung, dan bibirku.

Seperti udah anda ketahui hubunganku bersama dengan Bu Tadi istri tetanggaku yang cantik itu selamanya berlanjut hingga kini, biarpun aku udah berumah tangga. Namun di dalam perkimpoianku yang udah terjadi dua th. lebih, kami belum dikaruniai anak. Istriku tidak hamil-hamil juga biarpun penisku kutojoskan ke vagina istriku siang malam bersama dengan penuh semangat.

Kebetulan istriku juga membawa nafsu seks dan gairah yang besar. Baru disentuh saja nafsunya udah naik. Biasanya dia lalu melorotkan celana dalamnya, menyingkap pakaian dan juga mengangkangkan pahanya supaya vaginanya yang tebal bulunya itu langsung digarap bersama dengan penuh gairah.

Di mana saja, di kursi tamu, di dapur, di kamar mandi, bahkan di daerah tidur, jikalau udah nafsu dan ber gairah, ya aku masukkan saja penisku ke vaginanya. Istriku juga bersama dengan penuh gairah terima coblosanku. Aku sendiri terus terang tiap tiap pas lihat istriku selamanya nafsu saja deh. Memang istriku terlampau sebabkan hidupku penuh stimulan dan gairah.

Tetapi gara-gara istriku tidak hamil-hamil juga aku jadi agak kawatir. Kalau mandul, sadar aku tidak. Karena udah terbukti Bu Tadi hamil, dan anakku yang cantik itu sekarang jadi anak kesayangan keluarga Pak Tadi. Apakah istriku yang mandul? Kalau lihat fisik dan juga haidnya yang teratur, aku percaya istriku subur juga.

Apakah aku kena hukuman gara-gara aku selingkuh bersama dengan Bu Tadi? aah, mosok. Nggak kemungkinan itu. Apakah gara-gara dosa? Waah, selayaknya ya sesungguhnya dosa besar. Tapi gara-gara menyetubuhi Bu Tadi itu enak dan nikmat, bahkan dia juga senang, maka hubungan gelap itu wajib diteruskan, dipelihara, dan dilestarikan.

Untuk mengatur perselingkuhanku bersama dengan Bu Tadi, kami setuju bersama dengan sebabkan kode khusus yang hanya diketahui kami berdua. Apabila Pak Tadi tidak ada di rumah dan terlampau aman, Bu Tadi memadamkan lampu di sumur belakang rumahnya. Biasanya lampu 5 watt itu menyala sepanjang malam, namun jikalau terhadap pukul 20.00 lampu itu padam, bermakna keadaan safe dan aku dapat mengunjungi Bu Tadi. (Anda dapat mengikuti caraku yang sederhana ini.

Gratis tanpa bayar pulsa telephone yang makin lama mahal). Karena berasal dari samping rumahku dapat keluar belakang rumah Bu Tadi, bersama dengan enteng aku dapat menangkap tanda tersebut. Tetapi dulu tanda itu tidak ada hingga 1 atau 2 bulan, bahkan 3 bulan. Aku kadang kala jadi agak jengkel dan frustasi (karena kangen) dan aku mengira juga Bu Tadi udah suntuk denganku.

Tetapi ternyata sesungguhnya kesempatan itu terlampau tidak ada, supaya tidak safe untuk bertemu. Pada suatu hari aku berpapasan bersama dengan Bu Tadi di jalan dan layaknya biasanya kami saling menyapa baik-baik. Sebelum melanjutkan perjalanannya, dia berkata, “Dik Budi, besok malam minggu ada kepentingan nggak?”

“Kayaknya sih nggak ada acara kemana-mana. Emangnya ada apa?” jawabku bersama dengan penuh harapan gara-gara udah hampir satu bulan kami tidak bermesraan.

“Nanti ke rumah yaa!” katanya bersama dengan tersenyum malu-malu.

“Emangnya Pak Tadi nggak ada?” kataku. Dia tidak menjawab, hanya tersenyum manis dan pergi meneruskan perjalanannya. Walaupun udah biasa, darahku pun berdesir juga membayangkan pertemuanku malam minggu nanti.

Seperti biasa malam minggu adalah giliran ronda malamku. Istriku udah sadar itu, supaya tidak menaruh ragu atau bertanya apa-apa jikalau pergi keluar malam itu. Aku udah bersiap untuk menemui Bu Tadi. Aku hanya kenakan sarung, (tidak kenakan celana dalam) dan kaos lengan panjang biar agak hangat.

Dan sesungguhnya jikalau tidur aku tidak dulu mengfungsikan celana di dalam namun hanya kenakan sarung saja. Rasanya lebih rileks dan tidak sumpek, dan juga penisnya biar mendapat udara yang cukup sehabis seharian dipepes di dalam celana di dalam yang ketat.

Baca Juga >> Pelengkap nafsu Pekerja kantor

Waktu perlihatkan pukul 22.00. Lampu belakang rumah Bu Tadi udah padam berasal dari tadi. Aku terjadi memutar dulu untuk lihat keadaan apakah udah terlampau sepi dan aman. Setelah percaya aman, aku menuju ke samping rumah Bu Tadi. Aku ketok kaca nako kamarnya. Tanpa tunggu jawaban, aku langsung menuju ke pintu belakang.

Tidak berapa lama terdengar kunci dibuka. Pelan pintu terbuka dan aku masuk ke dalam. Pintu ditutup kembali. Aku terjadi beriringan ikuti Bu Tadi masuk ke kamar tidurnya. Setelah pintu ditutup kembali, kami langsung berpelukan dan berciuman untuk menyalurkan kerinduan kami bersama dengan penuh gairah.

Kami terlampau menikmati kemesraan itu, gara-gara sesungguhnya udah hampir satu bulan kami tidak membawa kesempatan untuk melakukannya. Setelah itu, Bu Tadi mendorongku, tangannya di pinggangku, dan tanganku berada di pundaknya. Kami berpandangan mesra, Bu tadi tersenyum manis dan memelukku ulang erat-erat. Kepalanya disandarkan di dadaku.

“Paa, udah lama kami nggak begini”, katanya lirih. Bu Tadi sekarang jikalau sedang bermesraan atau bersetubuh memanggilku Papa. Demikian juga aku selamanya membisikkan dan menyebutnya Mama kepadanya. Nampaknya Bu Tadi menghayati betul bahwa Nia, anaknya yang cantik itu bikinan kami berdua.

“Pak Tadi sedang kemana sih maa”, tanyaku.

“Sedang ikuti piknik karyawan ke Pangandaran. Aku sengaja nggak turut dan hanya Nia saja yang ikut. Tenang saja, pulangnya baru besok sore”, katanya sambil terus mendekapku.

“Maa, aku rela ngomong nih”, kataku sambil duduk bersanding di daerah tidur. Bu Tadi diam saja dan memandangku penuh tanda tanya.

“Maa, udah dua th. lebih aku berumah tangga, namun istriku belum hamil-hamil juga. Kamu tahu, mustinya secara fisik, kami tidak ada masalah. Aku sadar dapat membuat anak, buktinya udah ada kan. Aku nggak sadar kenapa kok belum jadi juga. Padahal bikinnya tidak dulu berhenti, siang malam”, kataku agak melucu. Bu Tadi memandangku.

“Pa, aku wajib berbuat apa untuk membantumu. Kalau aku hamil lagi, aku percaya suamiku tidak bakal mengijinkan adiknya Nia anda minta jadi anak angkatmu. Toh anak kami kan baru dua orang nantinya, dan pasti suamiku bakal sayang sekali.

Untukku sih sesungguhnya selayaknya bapaknya sendiri yang mengurusnya. Tidak layaknya sekarang, keenakan dia. Cuma membuat doang, giliran udah jadi bocah orang lain dong yang ngurus”, katanya sambil merenggut manja. Aku tersenyum kecut.

“Jangan-jangan ini hukuman buatku ya maa, Aku dihukum tidak punya anak sendiri. Biar sadar rasa”, kataku.

“Ya sabar dulu deh paa, kemungkinan belum tepat saja. Spermamu belum tepat ketemu mirip telornya Rina (nama istriku). Siapa sadar bulan depan berhasil”, katanya menghiburku.

“Ya mudah-mudahan. Tolong didoain yaa…”

“Enak saja. Didoain? Mustinya aku kan nggak rela Papa menyetubuhi Rina istrimu itu. Mustinya Papa kan punyaku sendiri, aku monopoli. Nggak boleh punya Papa masuk ke perempuan lain kan. Kok jadi minta didoain. Gimana siih”, katanya manja dan sambil memelukku erat-erat. Benar juga, selayaknya kami ini jadi suami-istri, dan Nia itu anak kami.

“Maa, jikalau kami ngomong-ngomong layaknya ini, jadinya nafsunya jadi jadi menurun lho. Jangan-jangan nggak jadi main nih”, kataku menggoda.

“Iiih, dasar”, katanya sambil mencubit pahaku kuat-kuat.

“Makanya jangan ngomong saja. Segera saja Mama ini diperlakukan sebagaimana mestinya. Segera digarap doong!” katanya manja.

Kami berpelukan dan berciuman ulang bersama dengan penuh gairah. Tentu saja kami tidak senang hanya berciuman dan berpelukan saja. Kutidurkan dia di daerah tidur, kutelentangkan. Bu Tadi mandah saja. Pasrah saja rela diapain. Dia kenakan daster bersama dengan kancing yang berderet berasal dari atas ke bawah.

Kubuka kancing dasternya satu per satu menjadi berasal dari dada terus ke bawah. Kusibakkan ke kanan dan ke kiri bajunya yang udah terlepas kancingnya itu. Menyembullah buah dadanya yang putih menggunung (dia udah tidak mengfungsikan BH). Celana di dalam warna putih yang menutupi vaginanya yang nyempluk itu aku pelorotkan.

Aku terlampau menikmati keindahan tubuh istri gelapku ini. Saat satu kakinya ditekuk untuk membiarkan celana dalamnya, gerakan kakinya yang indah, vaginanya yang agak terbuka, aduh pemandangan itu sungguh indah. Benar-benar membuatku menelan ludah.

Wajah yang ayu, buah dada yang putih menggunung, perut yang langsing, vagina yang nyempluk dan agak terbuka, kaki yang indah agak mengangkang, sungguh mempesona. Aku tidak tahan lagi. Aku lempar sarungku dan kaosku entah jatuh dimana. Aku langsung naik di atas tubuh Bu Tadi. Kugumuli dia bersama dengan penuh gairah. Aku tidak hiraukan Bu Tadi megap-megap keberatan aku tindih sepenuhnya. Habis gemes banget, nafsu banget sih.

“Uugh jangan nekad tho. Berat nih”, keluh Bu Tadi.

Aku bertelekan terhadap telapak tanganku dan dengkulku. Penisku yang udah tegang banget aku paskan ke vaginanya. Terampil tangan Bu Tadi memegangnya dan dituntunnya ke lubang vaginanya yang udah basah. Tidak ada kesulitan lagi, masuklah seutuhnya ke di dalam vaginanya. Dengan penuh stimulan kukocok vagina Bu Tadi bersama dengan penisku. Bu Tadi makin lama naik, menggeliat dan merangkulku, melenguh dan merintih. Semakin lama makin lama cepat, makin lama naik, naik, naik ke puncak.

“Teruuus, teruus paa.. sshh… ssh…” bisik Bu Tadi

“Maa, aku juga udah mau… keluaarr”,

“Yang di dalam paa… yang dalamm. Keluarin di dalaam Paa… Paa… Adduuh Paa nikmat banget Paa…, ouuch..”, jeritnya lirih yang merangkulku kuat-kuat. Kutekan dalam-dalam penisku ke vaginanyanya. Croot, cruuut, crruut, keluarlah spermaku di di dalam rahim istri gelapku ini. Napasku layaknya terputus. Kenikmatan luar biasa menjalar kesuluruh tubuhku.

Bu Tadi menggigit pundakku. Dia juga udah mencapai puncak. Beberapa detik dia aku tindih dan dia merangkul kuat-kuat. Akhirnya rangkulannya terlepas. Kuangkat tubuhku. Penisku masih di dalam, aku gerakkan pelan-pelan, aduh geli dan ngilu sekali hingga tulang sumsum. Vaginanya licin sekali penuh spermaku.

Kucabut penisku dan aku terguling di samping Bu Tadi. Bu Tadi miring menghadapku dan tangannya ditaruh di atas perutku. Dia berbisik, “Paa, Nia udah cukup besar untuk punya adik. Mudah-mudahan kali ini langsung jadi ya paa. Aku menghendaki dia seorang laki-laki. Sebelum Papa tadi mengeluh Rina belum hamil, aku sesungguhnya udah punya niat untuk membuatkan Nia seorang adik. Sekalian untuk test apakah Papa masih joos apa tidak.

Kalau aku hamil ulang bermakna Papa masih joosss. Kalau nanti pengin menggendong anak, ya gendong saja Nia mirip adiknya yang baru saja dibikin ini.” Dia tersenyum manis. Aku diam saja. menerawang jauh, alangkah nikmatnya dapat menggendong anak-anakku.

Malam itu aku bersetubuh lagi. Sungguh penuh cinta kasih, penuh kemesraan. Kami tuntaskan kerinduan dan cinta kasih kami malam itu. Dan aku tunggu bersama dengan harap-harap cemas, jadikah anakku yang ke-2 di rahim istri gelapku ini?

NAMA
AGEN
MIN
BETTING
MIN
DEPOSIT
MIN WITHDRAW
LINK
DAFTAR
Player4d
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.25,000,-
Pangeran TT
Rp.1.000,-
Rp.50.000,-
Rp.50.000,-
Chanell 4D
Rp.500,-
Rp.20,000,-
Rp.50,000,-
Live303
-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
Warung303
-
Rp.25,000,-
Rp.25,000,-
Hawai Poker
-
Rp.20,000,-
Rp.20,000,-
Trio4D
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
Facebooktoto
Rp.1.000,-
Rp.25,000,-
Rp.50,000,-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

PLAYER4D

PLAYER4D   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN 24 PASARAN & LIVE GAME
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.25,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.25,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
PANGERAN TOTO 3

PANGERAN TOTO3   ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN PASARAN  LOKAL
MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
MINIMAP DEPOSIT IDR.50,000,-
MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
DISKON 3D 58% HADIAHX 400.000
DISKON 4D 65% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
CHANELL 4D

CHANELL4D ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN 6 PASARAN  LOKAL
-WELCOME BONUS IDR.10,000
-DEPOSIT HARIAN 2%
-HADIAH PRIZE 2 DAN 3

-MINIMAL BETTING IDR.500,-
-MINIMAL DEPOSIT IDR.20,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

-DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
-DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
-DISKON 4D 65% HADIAHX 3.000.000



DAFTAR KLIK DISINI
TRIO4D

TRIO4D ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA
MENYEDIAKAN RESMI DAN LOKAL
-BONUS DEPOSIT NEW MEMBER 10%
-BONUS NEXT DEPOSIT RP 5.000,-
-BONUS PRIZE 2 & 3
-BONUS REFERAL 1%
-MINIMAL BETTING IDR.1.000,-
-MINIMAL DEPOSIT IDR.25,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

-DISKON 2D 29% HADIAHX 70.000
-DISKON 3D 59% HADIAHX 400.000
-DISKON 4D 66% HADIAHX 3.000.000

DAFTAR KLIK DISINI
FACEBOOKTOTO

FACEBOOKTOTO ADALAH BANDAR TOGEL ONLINE DAN BANDAR BOLA DALAM 1 USER ID
MENYEDIAKAN LOKAL DAN BETTING BOLA
-BONUS AWAL DEPOSIT 10%
-BONUS SETIAP DEPOSIT 2%
-BONUS REFERAL 1%
-HADIAH PRIZE 1 SAMPAI 5
-LOMBA TEBAK 2D 3 LINE DI GRUP FACEBOOK
  

-MINIMAL DEPOSIT IDR.25,000,-
-MINIMAL WITHDRAW IDR.50,000,-

DISCOUNT BETTINGAN : 2D-29% | 3D-59% | 4D-65%
HADIAH     BETTINGAN : 2Dx70 | 3Dx400 | 4Dx3.000



DAFTAR KLIK DISINI